dreamhigh! |
I'm just a girl who's afraid becoming a woman. A girl who expect to live in a place such as Neverland. But she realize that someday she is gonna be so old that she cannot stand by her own feet. What to do now, as her, is to dream so many dreams and just make them come true. Then, when she died, everyone in this little world can pursue a better life. |
dengan mengklik link ini, Anda telah menyumbang seratus rupiah untuk palestine. ayo di klik!!
just for palestine!!
bermimpi itu indah
merangkai cita-cita dan segala macam hal yang ini dicapai.
Keliling dunia adalah salah satu cita-cita yang begitu saya impikan. Menjelajahi dunia asing dimana orang-orang di sana berbahasa dengan sesuatu yang tidak kita mengerti, melihat berbagai tempat bersejarah di dunia, melihat segala macam keindahan alam yang Ia ciptakan, mempelajari berbagai macam budaya, berteman dengan banyak orang yang benar-benar asing dan menjadikannya tidak asing lagi.
Saya tidak takut bermimpi, karena saya hidup di dunia hanya sekali, dan saya akan membuat hidup saya ini menjadi hidup yang begitu bermakna, baik bagi diri saya sendiri maupun bagi orang lain.
Mungkin banyak orang berpikir: kenapa? nggak mungkin laah. . kamu itu cewek!! de el el, de el el.
Lantas kenapa kalau saya cewek? Perempuan memang diciptakan berbeda dari laki-laki. Tapi perempuan masih berhak bermimpi dan mewujudkannya.
kenapa saya mau keliling dunia?
1. Karena Allah berkata dalam Al-Qur’an surat Al-Jumuah ayat 10:
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
lihatlah, bahkan kita disuruh bertebaran di bumiNya untuk mencari karuniaNya.
Maka saya tidak pernah takut bermimpi untuk pergi keliling dunia.
2. Aku ingin berteman dengan berbagai macam orang.
Aku ingin memiliki teman yang beraneka warna kulitnya, bahasanya, latar belakangnya, agamanya, budayanya, sudut pandangnya. Aku ingin tahu seperti apa mereka dari dekat. Bukankah hebat kalau kita bisa berteman dengan begitu banyak macam orang? Saya tidak ingin membatasi harus berteman dengan siapa karena saya ingin berteman dengan semua orang. Baik mereka orang Afrika, Arab, Eropa, Cina, Amerika, dengan agama Nasrani, Yahudi, Hindu, Budha, Konghucu, juga dengan orang-orang Islam dari berbagai penjuru dunia. Saya hanya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa, “Hai, saya orang Islam dan saya bukan teroris, saya orang baik dan ramah, saya menyebarkan kasih sayang, dan kerudung saya bukanlah sebuah masalah.”
3. Aku ingin melihat berbagai macam peradaban yang telah dibangun oleh orang-orang yang telah lalu. Bagaimana mereka bisa berjaya dan bagaimana mereka bisa jatuh. Aku ingin menapaki tanah yang dulu ditapaki oleh orang-orang hebat di masa lampau. Menelusuri jejak mereka dan belajar dari mereka.
4. Aku ingin menuntut ilmu setinggi-tingginya dari berbagai daerah. Mengambil ilmu mereka dan menyebarkannya di negeri sendiri.
begitulah, sekelumit alasan kenapa saya bermimpi untuk keliling dunia. Saya tidak peduli bagaimana orang berkata dengan mimpi saya tersebut. Saya tahu resikonya dan kesulitannya jika saya ingin mewujudkannya. Tapi saya tidak gentar. Karena itulah cita-cita saya.
Saya bersekolah di sekolah para pemimpi, maka saya pun tak takut untuk bermimpi.
Doakan ya, agar cita-cita saya tercapai, begitu pula dengan cita-cita kalian. Amin.
Tonight, I went watching a classic concert at LIP (Lembaga Indonesia Prancis). It was violin, cello, and flute with piano as the back sound. I came little bit late because I need to buy drinks for me and my lovely cousin right after driving my motorcycle from my english course at LIA.
The first session was little bit boring, with something disturbing by the audience and her camera blitz. Then the second session began. WOW. Their playing become so awesome especially for the celloist (how do you call the cello player?). I don’t know why, I prefer listening to cello’s sound than violin’s. It has deeper sound with its big body, and while it produces sound, my heart’s shaking. And the celloist played my favorite song: Meditation “Thais” by J. Massenet. The composition, the notes, the sound, just like want to make my eyes flood in tears. What a love song, what a great repertoire, what a great cello. .
For the last play, they showed us really great repertoire and I bet it has too much difficulties to play. They called the repertoire as “Candik Ayu, Candik Ala” by Singgih Sanjaya, classic repertoire with javanese touch. As me it sounds like a gamelan hide in a piano and flute. I’m really scared listening that song. Great song instead. Don’t you know that the pianist had to stand up and bow to thrum piano’s strings while played the tuts. The sound that was produced really made your hair stand.
Besides I enjoy the recital, I also met my old friends, Mb Chacha, and Mb Sheila (Singgih Sanjaya’ daughter). Long time ago, I often met them in many recitals. Practiced together and made a show together. It was nice for me to met them again after long time no see. Our own business let us separated. We were not that close, but it always fun to met people having same hobbies and same favorite repertoires, and were talking about piano, music, and those fun things. Knowing that there are people understand what I’m talking about, what I’m interested in, make me feel “I’m not alone”. haha, little bit silly, right. But that’s what I feel, because sometimes when I want to talk about my favorite things (classical music, piano, repertoire I like) to everybody around me, they don’t think that too much, and the conversation become so bored.
haha.
nice night. And I went back home alone in a very dark road.
barusan saya mendownload lagu bagus atas saran seorang teman. bagus sekali lirik dan nadanya ditambah suara sang penyanyi, Frau, yang memang benar-benar bagus.
Berikut adalah salah satu lirik lagunya, yang menurut saya cocok dengan diri saya. haha. mungkin saya sekarang sedang menjadi hujan, tapi saya suatu saat akan dipintal oleh mesin penenun hujan dan menjadi awan.
Merakit Mesin Penenun Hujan
oleh: Frau
Merakit mesin penenun hujan
hingga terjalin terbentuk awan
semua tentang kebalikan
terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu
Keputusan yang tak terputuskan,
ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan,
kebalikan di antara kita
Kau sakiti aku, kau gerami aku
kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok hari, kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku akan hilang, ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama, ku kan jadi awa
Merakit mesin penenun hujan,
ketika engkau sedang tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita.
itu dia, syairnya, lain kail jikalau saya sempat, saya akan mengupload lagunya di tumblr saya ini. Jaa^^
blog saya yang baru. coba saja kunjungi, tapi mungkin isinya belum banyak. kalau punya blospot, follow yaaa. .

Barusan, saya menyelesaikan membaca sebuah novel yang berjudul “The Lost Symbol” karya Dan Brown. Saya, tumbennya, meminjamnya dari perpustakaan sekolah saya yang koleksi bukunya bikin ngiri. Padahal saya lebih suka kalau bisa punya bukunya sendiri. Tapi uang saya sedikit, dan saya harus menabung untuk sebuah cita-cita yang saya impikan pada tahun 2011.
Jadi, saya tetap meminjam dan membacanya. Saya rasa, ceritanya seharusnya bagus dan memang bagus. Hanya saja, sial sekali bagi saya karena ada orang-orang iseng yang sengaja memberitahu saya kejutan-kejutan dalam buku tersebut sehingga keasyikannya berkurang.
Menurut saya, buku ini sebenarnya mirip dengan karya Dan Brown lainnya yang pernah saya baca, yaitu The Da Vinci Code dan Angels and Demons. Pasti selalu ada yang menjadi kambing hitamnya sedangkan pelaku sebenarnya tertutup kabut.
Yang saya suka dari buku ini adalah kejutannya tidak hanya satu saja ternyata. Tapi ada dua. Karena yang satu saya sudah tahu, kejutan kedua menjadi begitu mengejutkan.
Cocok dibaca untuk Anda yang suka karya Dan Brown, misteri yang berhubungan dengan agama dan intrik organisasi-organisasi rahasia dunia. Saya merekomendasikannya terutama bagi mereka yang sedang menghabiskan liburannya dengan membosankan, just like myself. haha :D
mungkin akhir-akhir ini saya mendengar berita-berita yang tidak enak di telinga saya. tentang sekolah saya, yang katanya dan tampaknya, prestasinya terus menurun setiap tahun.
semua orang sedih. saya sedih. tidak ada yang tidak sedih.
tapi mungkin inilah saatnya kita semua untuk mengoreksi diri. setiap zaman, pasti selalu ada yang namanya masa kejayaan dan kejatuhan. entah manusia per orangan, kerajaan, suku, negara, dll. begitu pula sekolah saya ini, pasti akan mengalami masa terburuk dan masa terbaiknya. kita pernah melalui masa-masa yang paling baik, dan sekarang mungkin kita diuji dengan masa yang terburuk.
mungkin kita dahulu terlalu sombong dan terlena dengan segala predikat yang ditorehkan oleh para pendahulu kita.
sekarang bukanlah waktunya untuk menyesal atau untuk mencaci maki. memang siapa yang harus disalahkan? kita sendirilah yang harus disalahkan.
mungkin sekarang kita sedang jatuh, tapi ingatlah bahwa roda pun terus berputar. akan ada suatu masa lagi ketika kita akan berdiri di atas. dan ingatlah bahwa Tuhan tidak melihat kita berdiri, justru Tuhan sedang menjatuhkan kita untuk melihat bagaimana kita bisa berdiri (lagi) dengan cara yang benar
tidak ada yang namanya “kegagalan” yang ada hanyalah “jatuh”. Tuhan tidak melihat Anda berdiri tapi melihat bagaimana Anda bisa berdiri dengan cara yang benar.
Paulo Coelho
my dreamy night
I joined a class and got no idea what I was doing there.
I’m in my first year of university, learning about city planning. not that...
this is what I thought about a celebration: a birthday is just a birthday, you get older, and you still go on with your life....
hari ini pengumuman kelulusan. sudah lulus atau belum lulus -tapi pasti akan lulus.
saya tidak tau apa seharusnya, sebaiknya,...
saya anggap ini sebagai onggokan pupuk kandang yang datang di depan pintu rumah saya, seperti cerita ajahn brahm.
ini adalah hal yang tidak...
mereka membuat saya ingin segera sampai pada masa depan. keadaan.
saya menikmati menjadi saya sebagai diri saya- kalau tidak...
saya dulu adalah salah satu anak nyontekan dari sekian banyak yang ada.
lalu saya sadar, mengubah kebiasaan nyalin jawaban menjadi...
hmm saya tidak tau akan lulus dengan gemilang atau dengan tidak gemilang. setiap selesai ujian, ada yang bertanya bisa nggak ? ah...
Sedikit foto dari Settimana di Scambio :)